I am craving for martabak! Martabak telor dengan kulit tipis yang renyah tergiang-ngiang di kepalaku terus menerus, seperti sebuah tugas yang harus segera saya kerjakan. Bukan pertamakalinya saya mencoba membuat martabak, tapi baru kali ini saya melakukannya dengan benar! Hahahaha.

Kebiasaan saya menyimpan resep dengan gambar yang menggiurkan tanpa memperhatikan dengan seksama apakah cara pembuatannya sudah benar. Eit, ternyata tak semua resep yang dibagikan di facebook itu memiliki cara pembuatan yang benar loh! Ternyata bukan hanya berita yang bisa jadi hoax, resep juga . Hehehe. Membuat martabak renyah tidak sulit kok, tapi memang membutuhkan niat dan dedikasi yang tinggi. Hahaha. Otot-otot tangan akan dipaksa bekerja dalam hal menguleni adonan selama 15 menit! Jadi jangan serakah ya, jika ingin mencoba membuat martabak ini, buatlah dalam jumlah yang kecil terlebih dahulu.

Inilah bocoran martabak ala abang-abang (minus kumis):

Bahan yang dibutuhkan untuk memuaskan hasrat memakan martabak:

  • 3 sendok makan tepung terigu serba guna
  • 1 sendok tepung sagu: tak punya tepung sagu? Ganti saja dengan tepung kanji atau maizena, mereka memang terbiasa menggantikan posisi tepung sagu di dunia tepung-tepungan kok
  • Garam secukupnya
  • 20 – 30 ml air matang ya bukan air kran
  • 1 sendok makan minyak sayur, tak ada minyak sayur ya minyak goreng biasa aja, asal bukan minyak tanah :v
  • Margarin secukupnya

 

Isian martabak:

Paling mudah mencampurkan daun bawang dan jamur yang telah dicincang. Selain karna rasa daun bawang bercampur dengan telur adalah kenikmatan yang luar biasa hehehe, saya juga penggemar beratnya, jadi saya memakai daun bawang yang agak banyak. Satu butir telur, garam dan merica secukupnya. Aduk rata.

Cara eksekusi:

Mix tepung terigu, tepung sagu dan garam sampai rata. Masukan minyak, lalu air sedikit demi sedikit. Sebelumnya aduk dulu adonan menggunakan sepatu eh spatula maksud saya, lalu uleni selama 15 menit. Setelah adonan geulis kalis :v bulatkan adonan menjadi 3 bagian. Tiap adonan lumuri dengan margarin sampai rata, pipihkan sedikit, lagi lumuri dengan margarin. Tutup adonan dengan kain dan jangan diganggu selama 30 – 60 menit.

Setelah didiamkan, saatnya menipiskan adonan. Tak perlu meniru cara profesional para abang penjual martabak dalam hal menipiskan adonan, belum saatnya hehehe. So, tipiskan adonan di atas talenan. Tapi sebelumnya tuangkan minyak secukupnya di atas talenan terlebih dahulu. Menipiskan adonan martabak sama seperti ketika membentuk adonan pizza, jangan sampai sobek ya hehehe. Setelah adonan ditipiskan, saatnya penggorengan.

Panaskan minyak kira-kira 50 ml di atas pan atau wajan (pilih mana suka) dengan menggunakan api sedang. Masukkan selembar adonan, kemudian masukkan campuran isian (aduk kembali isian sebelum dituang ) secukupnya lalu ratakan, kalau mau martabaknya gendut ya isiannya agak banyak :v. Karna namanya martabak yang katanya berasal dari bahasa Arab berarti terlipat, lipatlah adonan berbentuk amplop. Goreng hingga kecoklatan.

Menikmati martabak telor pada saat hujan itu memang paling nikmat, tak lupa pedasnya cabe rawit dan segarnya acar timun, puas!

Martabak (bahasa Arab: مطبق, berarti “terlipat”) merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Bergantung pada lokasinya, nama, dan komposisi martabak dapat bervariasi. Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin yang terbuat dari campuran telur dan daging serta martabak manis (kue terang bulan) yang biasanya diisi cokelat. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis adalah sejenis kue atau roti isi selai yang biasa dimakan di saat santai sebagai makanan ringan. Di Malaysia, martabak manis (yang dikenal dengan nama Apam Balik) sering dijadikan sebagai hidangan sarapan dengan ditemani segelas teh tarik. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)